Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan resmi merilis Berita Resmi Statistik (BRS) periode Mei 2026. Data terbaru menunjukkan performa ekonomi Bumi Sriwijaya yang cukup stabil, ditandai dengan angka inflasi yang terkendali serta lonjakan drastis pada sektor mobilisasi penumpang, baik melalui jalur udara maupun laut.
Laporan ini memberikan gambaran optimis mengenai daya beli masyarakat dan geliat ekonomi daerah sepanjang Maret hingga April 2026. Berikut adalah analisis mendalam mengenai indikator-indikator utama ekonomi Sumatera Selatan:

1. Kendali Inflasi: Deflasi Tipis di Bulan April
Sumatera Selatan berhasil menjaga stabilitas harga pangan dan jasa. Pada April 2026, inflasi Year-on-Year (y-on-y) tercatat sebesar 1,63%. Secara mengejutkan, pada basis bulanan (Month-to-Month), Sumsel justru mengalami deflasi sebesar -0,04%.
Pemicu Utama: Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya memberikan andil inflasi tertinggi sebesar 1,02%.
Perbandingan Wilayah:
Kota Lubuklinggau tercatat sebagai wilayah dengan inflasi tertinggi di Sumsel (1,79%).
Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan tingkat inflasi paling rendah dan stabil (1,32%).
Keberhasilan menekan inflasi bulanan ini mengindikasikan bahwa rantai pasok di tingkat lokal berjalan dengan baik meskipun terdapat fluktuasi harga pada kelompok jasa.
2. Ledakan Sektor Transportasi dan Pariwisata
Geliat ekonomi pasca-pandemi dan meningkatnya konektivitas wilayah memicu lonjakan luar biasa pada sektor transportasi selama Maret 2026. Angka mobilitas masyarakat menunjukkan tren positif yang masif:
Transportasi Udara & Laut
Sektor angkutan laut mencatatkan pertumbuhan paling fenomenal, yakni melesat hingga 423,33%. Sementara itu, angkutan udara domestik dan internasional juga naik signifikan sebesar 44,35% dengan total mencapai 153,76 ribu orang.
Transportasi Darat & Kereta Api
Moda transportasi modern di Palembang, LRT (Light Rail Transit), terus diminati dengan kenaikan penumpang sebesar 39,50%. Kenaikan ini diikuti oleh sektor kereta api konvensional yang tumbuh 21,47%. Kenaikan ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik di Sumatera Selatan.

3. Kesejahteraan Petani: Daya Beli Semakin Tangguh
Kabar baik datang dari sektor pertanian yang merupakan tulang punggung ekonomi Sumsel. Nilai Tukar Petani (NTP) pada April 2026 mencapai angka 132,76, atau naik sebesar 1,07% dibandingkan bulan sebelumnya.
“Kenaikan NTP ini menjadi sinyal positif bahwa pendapatan yang diterima petani dari hasil panen tumbuh lebih cepat dibandingkan pengeluaran untuk konsumsi dan biaya produksi. Hal ini memperkuat indikasi bahwa kesejahteraan rumah tangga petani di Sumsel sedang dalam tren meningkat.”

4. Kinerja Perdagangan Luar Negeri: Neraca Tetap Aktif
Meskipun kondisi global masih dinamis, total ekspor Sumatera Selatan pada Maret 2026 mencapai US$ 460,44 juta. Walaupun angka ini menunjukkan penurunan secara tahunan dibandingkan Maret 2025, neraca perdagangan Sumsel tetap solid.
Mitra Dagang Utama Sumsel:
- Tiongkok
- India
- Malaysia
Komoditas unggulan seperti batubara, karet, dan sawit tetap menjadi motor utama ekspor yang menjaga stabilitas devisa provinsi.

Kesimpulan dan Harapan
Secara keseluruhan, ekonomi Sumatera Selatan menunjukkan resiliensi yang kuat. Dengan inflasi yang berada di bawah angka 2% dan sektor transportasi yang kembali bergairah, diharapkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal mendatang tetap inklusif dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.
Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota diimbau untuk terus mengawal stabilitas harga bahan pokok guna menjaga tren positif deflasi bulanan ini hingga periode hari besar mendatang.
Sumber Data: Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Provinsi Sumatera Selatan, Mei 2026.
#Palimaju #Pemkabpali #Diskominfo #StatistikSumsel #EkonomiSumsel2026 #SumselSejahtera